Free Lines Arrow

Senin, 14 November 2011

Studi Orientasi Industri (SOI) Day 1

"hallo vayatour dengan veby melisa ada yang bisa saya bantu?", ucap gue dalam hati. kenapa gue cuma bisa ucapain itu didalam hati? soalnya gue berkeinginan banget untuk melakukan itu ditempat gue lagi melakukan studi orientasi industri ini. yaa semacam magang gitu tapi waktunya yang sangat amat sebentar, hanya 1 minggu.

ekspektasi gue sebelum memasuki kantor Vayatour yang memiliki jargon above travel, beyond journey ini bener-bener jauh menjomplang sama kenyataan yang gue dapet. gue fikir nantinya gue bakalan sibuk banget, ngurus ini itu yang berhubungan dengan ticket dan tour dan kenyataannya tidak sama sekali

kronologisnya kaya gini..

gue dateng jam 08:15 dan disambut hangat dengan pak satpam yang kelihatannya sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan ini, lalu beliau menunjukan gue jalan kedalam lewat pintu samping. kemudian sudah bayak terlihat pegawai-pegawai yang sedang bersiap-siap untuk memulai aktivitas daily mereka di tempat ini. dengan muka tebar pesona serta percaya diri, gue sapalah mereka "selamat pagi :)" dan dilanjutkan dengan mengulurkan tangan dengan maksud memperkenalkan diri. ada yang membalas dengan senyum tulus dan ada yang membalas dengan senyum 3 detik (yeah i guess you know what i mean)

lalu gue diarahkan ke dalam ruang kerja mereka, tidak terlalu besar hanya ada 1 ruangan untuk pimpinan dan lorong-lorong kerja dan dibatasi dengan sekat-sekat meja pegawai. lalu ibu Venny selaku supervisor mempersilahkan gue untuk menyimpan tas sandang yang gue kenakan didalam loker dan menunjukan dimana gue harus duduk.

jangan beranggapan kalo gue dapet meja kerja, gue cuma dapet kursi yang dihadapan gue adalah tembok penyangga bangunan (pilar kotak).

"ini meja saya, sebelah ini meja sales, disana meja tiket domestik dan disebelah sana meja tiket international, oh iya yang disana meja tour. kamu boleh tanya-tanya ke mereka kalo tidak mengerti", ujar ibu Venny menjelaskan.

terus gue duduk disebelah pegawai yang gue lihat dia datang paling pertama dimeja kerja dan sedang sibuk berkutat dengan komputer nya, entah apa yang sedang dia lakukan dengan kolom-kolom yang menurut gue cukup mengganggu mata karena warna nya yang begitu kontras warna-warni.

gue julurkan tangan gue dan berkenalan, ternyata nama nya Mba Inge dia mengurus tiket international dan telah bekerja selama kurang lebih 2 tahun di tempat ini. setelah gue bertanya-tanya mengapa dia lebih suka bekerja pada tiket international dikarenakan sistemnya yang cukup efektif. dengan satu sistem bernama galileo, dia dapat mengakses ke semua maskapai penerbangan. berbeda dengan tiket domestik yang harus mengecek satu persatu kesemua maskapai penerbangan, seperti garuda airlines, sriwijaya air, lion air, batavia air, air asia dll

lalu pegawai yang lain mulai berdatangan dan gue menyapa mereka dengan sapaan formal "selamat pagi" lalu bertambah partner kerja baru gue bernama Irda dan Sandra.

dengan memperhatikan pekerjaan mereka sembari bertanya-tanya, ibarat learning by doing gue dapet ya lumayan lah ilmu tentang ticketing

gue coba review yaa..

vayatour yang berlokasi di Jl. Sunda no 42 ini merupakan cabang perusahaan yang pusat nya sendiri terletak di jakarta. vayatour juga baru saja membuka cabang di bandung supermal. dengan oprasional kerja dari pukul 08:30 sampai 17:00 include waktu istirahat 1 jam.

produk yang ditawarkan yaitu flight ticket, voucher hotel dan tour. perusahaan ini juga menawarkan jasa pengurusan dokumen seperti visa dan paspor.

sistem CRS (Computer Reservation System) yang digunakan yaitu Galileo dan sistem issued, yang menghasilkan output berupa in voice bernama Ittos (sistem ini dibuat khusus perusahaan Vayatour).

pada international ticket, pegawai lebih mudah mencari data maskapai mana yang masih menyediakan seat passenger. just input some data like airlines nya, origin departure, destination, tanggal keberangkatan, one way or round trip and ABRAKADABRA!! data yang anda butuhkan tertransfer dengan hitungan detik!

berbeda dengan tiket domestik, pegawainya harus mengecek satu-persatu website maskapai penerbangan. gambaran kasar nya seperti kita kalo mau mesen e-ticket aja. cuma bedanya mereka dapat informasi yang lebih lengkap seperti seat yang masih tersisa, harga asli maskapai beserta air tax nya dan dijual dengan harga bisa lebih tinggi dan bisa lebih rendah dari harga asli.

contoh:
merpati dikurangkan 10.000 IDR dari harga asli
sriwijaya air dinaikkan 10.000-70.000 IDR dari harga asli

entah seperti apa penetapan harga yang mereka berlakukan, mungkin dihari berikut nya gue bisa bertanya lebih rinci, yaa itu juga kalo mereka sedang tidak sibuk :)

tetapi ada pengecualian pada garuda airlines, dia tidak menggunakan website tetapi menggunakan sistem bernama Travsys Comms Client Pro [Garuda 70401c]. dan lagi-lagi gue ga tau kenapa cuma garuda doang yang berbeda dari maskapai-maskapai lainnya. ini PR gue buat besok kali ya. hehe

sekarang gue mau jelasin prosedur pemesanan tiketnya nih, tapi ini berdasarkan pengamatan dan pengetahuan gue aja ya, kalo salah ya maaf namanya juga baru belajar hehe

1. menerima telfon dari client
2. tanya rute penerbangan
3. tanya maskapai apa yang dikehendaki
4. compare-ing with the other airlines
5. tanya jam keberangkatan
6. dealing harga
7. booked
8. jika client setuju langsung di issued
9. input data issued ke ITTOS System
10. kirim barcode ticket flight/kode tiket via email ke maskapai penerbangan
11. selesai

yaa so far, gue baru dapet ilmu segitu sih. selebihnya gue disini cuma planga-plongo ditengah-tengah kesibukan mereka. semoga hari esok lebih baik dari hari ini dan gue bisa dapet sesuatu yang dari gue ga tau menjadi tau. amin.

see yaa!

4 komentar:

  1. wahahahaha...
    tulisannya cukup menghibur ...
    jd ga sabar liat apa ja yang dilakuin di hari ke dua..
    hahahah

    keep writing veb..
    ditunggu postingan untuk PR-PR nya..

    BalasHapus
  2. wah hebat ia punya kesempatan studi orientasi di perusahaan .
    Sepertinya anda sudah sangat akrab ia dengan staff securitynya bisa di anter ke "kantor jalan samping". Oh ia denger2 kantor jalan samping yg anda sebutkan itu bisa tuh dijadiin spot ngopi2, atau autisan ngerjain sesuatu, atau ngobrol2 sama para sumber.
    ia komen saya tidak beda jauh dengan komen saudara bob di atas.
    semoga tugas2 yg ingin dikerjakan besok dan telah di buat menjadi pekerjaan rumahnya bisa terwujudkan
    saya mengucapkan salam buat bu irda juga tuh yg setia menemani disaat tidak sibuk bekerja wuahahahha

    BalasHapus
  3. gaaya berceritanya sudah hampir mirip aditya mulia nih #jomblored.. mampir balik y.. salam kenal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow aditya mulia itu siapa ya? hehe. okeee. salam kenal juga.

      Hapus