Free Lines Arrow

Sabtu, 26 November 2011

Edisi 3 Kompetisiblog Nowadays, Guest Needs...

penat, jenuh, jengah


Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari manusia selalu dihadapkan dengan situasi/kondisi yang monoton. dimana kegiatan itu dilakukan secara terus menerus serta berulang-ulang disetiap hari nya. seperti orang bekerja dalam suatu perusahaan, mereka harus bekerja 5 hari dalam seminggu dengan rentang waktu yang sama, kondisi ruang kerja yang sama serta aktivitas yang sama demi menjalankan kewajiban mereka sebagai pegawai yang profesional.

tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk menjalankan kegiatan yang dapat dibilang monoton juga dalam memenuhi kebutuhan primer sehari-hari mereka. istirahat ditempat yang sama, makan dengan menu yang sama serta menikmati lingkungan sekitar yang sama pula.
i decided for travelling

dengan begitu sebagai manusia yang tidak pernah merasa puas, mereka ingin menyalurkan kepenatan mereka dengan cara berwisata dengan persepsi dapat menciptakan dan merasakan suasana yang baru.

setelah mereka memutuskan untuk berwisata tentu mereka tetap harus memenuhi kebutuhan primer mereka ditempat destinasi. kebutuhan primer seperti tempat untuk beristirahat ini dalam pariwisata disebut dengan akomodasi. dan pastilah mereka memilih akomodasi dengan sangat selektif. dengan harapan wisatawan dapat merasa nyaman dan benar-benar merasakan hal-hal yang berbeda dari biasanya yang telah mereka dapatkan disetiap harinya.

hotel offers
permintaan pada akomodasi yang dilakukan oleh wisatawan dewasa ini, telah menjadi motivasi bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk mereka agar dapat bersaing dalam bisnis industri pariwisata. dimana perusahaan harus mengerti kebutuhan dan keinginan wisatawan tersebut sehingga dapat membuat produk sesuai dengan apa yang wisatawan inginkan.

lalu bagaimana dengan trend permintaan wisatawan dalam industri akomodasi untuk saat ini dan masa yang akan datang?


Pertama
wisatawan mengharapkan mendapatkan suasana yang berbeda serta unik. penulis mengimplementasikan kalimat ini seperti wisatawan dalam memilih hotel yang memiliki konsep pedesaan dimana wisatawan dapat merasakan kehidupan seperti layaknya di desa.

fieldrice view

terletak di tengah sawah, pemandangan pematang sawah yang luas membentang sehingga dapat dinikmati dari jendela kamar, properti hotel yang memiliki nilai etnis dan unsur kuno, design dan layout hotel yang sederhana dan hampir menyerupai layaknya sebuah pedesaan yang asri dan damai.

kolam renang, fasilitas hotel

Kedua
sesuai dengan kebutuhan wisatawan. contohnya dibangun sebuah hotel yang target market dari pengunjungnya adalah seorang bisnis-man.
Formule 1 Hotel
dimana waktu adalah uang bagi mereka sehingga mereka tidak terlalu mementingkan fasilitas hotel seperti restaurant, fitness center, spa/massage. mereka hanya membutuhkan kamar untuk beristirahat dan biasanya waktu untuk menginap nya pun tidak lama. reservasi kamar dilakukan secara online sehingga mereka datang ke hotel tidak perlu lagi untuk mengisi form di desk reservation, hanya dengan menelfon front office untuk mengkonfirmasi bahwa sudah dekat dan mereka dapat langsung masuk ke kamar yang telah dipesan sebelumnya.

Room


Ketiga
Eco-Friendly Hotel.

Eco-Hotels
saat ini dan waktu yang akan datang kesadaran wisatawan akan lingkungannya akan menjadi trend yang tidak dapat dipungkiri lagi keberadaaan nya. dimana kampanye-kampanye seperti Go Green, Stop Global Warming telah marak digunakan.



Bagi mereka yang memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap Environmental Management System (EMA) akan memilih akomodasi yang menggunakan konsep ini. Contoh real nya seperti bangunan hotel serta amenitas hotel yang digunakan berbasis pada ramah lingkungan.

For the room

Amenities Hotels


serta penggunaan teknologi-teknologi yang mutakhir untuk me-re-use, reduce, dan recycle seperti air, energi, udara, barang bekas pakai yang dapat didaur ulang untuk dapat digunakan kembali.

Nah.. ketiga point diatas merupakan sedikit dari sekian banyak trend permintaan wisatawan dalam memilih akomodasi hotel. dan tentu hotel yang murah, nyaman, bersih, fasilitas yang memadai sudah tidak dapat menjadi tolak ukur bagi para pelaku usaha dalam membuat sebuah akomodasi, dimana kesemua unsur tersebut memang harus sudah menjadi kewajiban standar dalam didirikannya sebuah hotel.

keinginan wisatawan dengan pelaku usaha (private sector) harus bertemu pada satu titik yang dapat saling menguntungkan dan dapat memberikan feedback satu sama lain. sehingga research untuk mengetahui kebutuhan pasar harus terus dilakukan bagi setiap private sector dalam membuat sebuah produk. jika hal itu terlaksana maka hasil yang akan didapatkan yaitu wisatawan akan merasa puas dengan kebutuhan mereka yang terpenuhi serta pelaku usaha yang mendapatkan profit yang besar dari tingkat hunian kamar dari kunjungan wisatawan. so both of them should be meet and match ;)

sponsor by:





2 komentar:

  1. dan masih bayak lagi trend permintaan wisatawan yang lain..
    dan yg kita harapkan adalah ada nya insan pariwisata yg kreatif untuk membuat inovasi baru..

    bravoo kk..

    BalasHapus
  2. betul bangeeet.
    so thats our future task buat mengelola pariwisata Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi
    thanks aldo :D

    BalasHapus